Olahraga membantu anda menjadi orang sukses! ini alasan nya
Posted on: February 17, 2019, by : admin

Johnny Quach, wakil presiden AirHelp percaya kecintaannya pada tenis meja dapat membantunya menumbuhkan keterampilan yang berharga untuk pekerjaannya. AirHelp telah membantu lebih dari tujuh juta penumpang mengklaim biaya setelah mengalami masalah seperti penerbangan tertunda atau kehilangan bagasi. AirHelp sendiri telah memiliki kantor di 30 negara dan mempekerjakan 550 orang. Quach sendiri mulai bermain tenis meja sejak 2014. Saat ini, ia bermain tenis meja sekitar lima belas jam dalam seminggu. Menurut Quach, ada lima alasan mengapa tenis meja dan olahraga lainnya dapat membantu wirausahawan atau eksekutif menjadi lebih efektif di tempat kerja. Berikut lima alasan tersebut:

1. Lebih menghargai persiapan Quach, seperti kebanyakan pemain tenis meja lainnya menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempersiapkan apa yang mungkin terjadi dalam permainan. Namun, dalam permainan tenis meja hanya perlu sepuluh poin untuk memenangkan sebuah pertandingan. “Anda berlatih lebih dari dua puluh tembakan berbeda yang mungkin Anda gunakan dalam sepuluh poin itu,” katanya. Demikian pula bagi seorang pengusaha atau manajer. Mereka dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempersiapkan pertemuan dengan klien besar, peluncuran produk atau presentasi utama. Padahal, momen besar mereka tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa menit saja. “Dalam sebuah startup, Anda hanya harus siap. Anda tidak bisa sempurna dalam segala hal, tetapi Anda harus memiliki sedikit pengetahuan … untuk benar-benar membuat keputusan dengan cepat,” kata Quach.

2. Merangkul kekacauan Seorang pemain tenis meja mendapat dua servis seperti lawannya. Menurut Quach, servis ini menunjukkan satu-satunya saat seorang pemain memiliki kendali 100 persen atas apa yang terjadi. Sisa permainan ini kacau, mirip seperti pekerjaan sehari-hari di perusahaan yang dapat bergerak cepat. “Bekerja di perusahaan yang tumbuh cepat, serta bermain ping pong, ada banyak pesanan, dan ada banyak kekacauan,” kata Quach. “Sebagai startup, Anda harus selalu mencoba untuk memesan hal-hal yang Anda pahami, tetapi, ada kekacauan tak terbatas yang selalu mengejar Anda,” lanjutnya. Permasalahan yang mungkin dihadapi Quach seperti, maskapai yang mengubah kebijakan bagasi mereka atau ada maskapai yang gulung tikar. “Sangat penting untuk merangkul kekacauan yang datang. Anda selalu siap untuk informasi dan data baru, “kata Quach.

3. Lebih menghargai rekan kerja Seperti kebanyakan olahraga kompetitif lainnya, pemain tidak bisa berlatih tenis meja seorang diri. Mereka harus memiliki lawan dalam sebuah permainan. Demikian pula bagi seorang pemimpin dan manajer, mereka harus bekerja dengan anggota tim untuk mencapai keberhasilan. Bahkan hal ini juga berlaku bagi seorang wirausahawan yang berhubungan dengan pelanggan, klien dan distributor. “Orang-orang terus memberi Anda arahan, atau umpan balik yang membangun,” kata Quach. “Saya bersama orang-orang yang berjuang dengan masalah yang sama, yang dapat melihat masalah-masalah itu dan memberikan saran yang sangat relevan.”

4. Terbiasa menghadapi persaingan Quach telah terbiasa berkompetisi di beberapa turnamen tenis meja di Los Angeles. Dia dilatih selama berbulan-bulan untuk memenangkan satu game. Hal ini juga bisa dialami startup yang melakukan semua waktu dan sumber dayanya untuk sebuah proyek besar. “AirHelp sebagai perusahaan, yang diposisikan di pasar apa adanya, sangat kompetitif. Salah satu alasan utama mengapa kami jauh lebih maju, adalah kami terus bekerja pada diri sendiri sebagai perusahaan,” katanya. “Saya tidak bisa membayangkan frasa yang lebih paralel tentang bagaimana Anda akan meningkat dengan baik dalam olahraga. Anda terus-menerus selalu memperbaiki diri sendiri,”.

5. Belajar dari pelatih Pengusaha yang ingin sukses dapat meminta bantuan seorang mentor untuk dapat membantu mereka memecahkan masalah bisnis yang sulit. Meskipun mereka memiliki kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini sendirian, seorang guru yang baik akan membantu mereka menemukan solusi lebih cepat. “Manajer terbaik di dunia bukanlah guru yang hebat, mereka adalah pelatih yang hebat. Manajer yang baik benar-benar menemukan kelemahan Anda dan membantu Anda memperbaiki hal-hal itu,” kata Quach. “Saya akan mengatakan itu adalah hal yang sama persis ketika menyangkut pelatih tenis meja, atau pelatih bola basket, atau pelatih olahraga apa pun.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *